Investasi Emas Perhiasan

Perhiasan emas aanga dikenal luas oleh semua orang karena selain dapat digunakan untuk sarana investasi emas perhiasan juga dapat untuk mempercantik penampilan. Misalnya contoh, istri A dan istriB juga melakukan hal yang sama. Mereka berdua membeli perhiasan emas, tetapi ada sedikit perbedaan. Istri A hanya membeli perhiasan emas seperlunya karena dia berpikir perhiasan emas bukanlah sarana investasi yang tepat sementara istri B sangat menyukai emas dan cenderung untuk melakukan tukar tambah setiap ada model baru. Mengapa istri A  tidak begitu tertarik untuk melakukan investasi dalam bentuk perhiasan emas? Dalam memilih perhiasan mas pun istri A dan istri B memiliki sedikit perbedaan pemikiran. Istri A mementingkan model yang sederhana dengan kadar yang tinggi, sedangkan istri B mementingkan model yang indah dengan berbagai karakteristik uniknya.

Harga emas perhiasan ditentukan oleh berbagai macam faktor. Diantaranya warna, kadar, dan bentuknya. Invetsasi emas perhiasan yang dijual dipasaran terdiri dari berbagai macam warna yang merupakan hasil perpaduan dengan logam lain. Warna-warna perhiasan emas tersebut sebagai berikut :

  1. Merah, meripakan hasil perpaduan antara emas murni dan tembaga
  2. Kuning, hasil peroaduan emas murni dan perak murni
  3. Putih, hasil perpaduan antara emas murni, timah sari, nikel dan perak murni, kadmiun, dan tembaga.
  4. Biru, hasil perpaduan antara emas murni dan besi
  5. Jingga, hasil perpaduan antara emas murni, perak murni, dan tembaga
  6. Cokelar, hasil perpaduan antara emas murni, peladiaum, dan perak bumi.
  7. Abu-abu, hasil perpaduan antara emas murni, tembaga dan besi.
  8. Ungu, hasil perpaduan antara emas murni dan alumunium.

Selain berdasarkan warna dan karat, investasi emas perhiasan juga dinilai berdasarkan bentuk dan keunikan dari bentuk tersebut sehingga sangat sering ditemui sebuah gelang emas dengan warna yang sama dan kadar karat yang sama, harganya jauh berbeda. Biasanya semakin unik sebuah bentuk emas perhiasan akan semakin mahal harga untuk mendapatkannya. Dalam perhitungan harga emas, biaya keunikan tersebut biasanya dikenal dengan istilah ongkos pembuatan.

Biaya pembuatan tersebut dibebankan kepada kita agar ketika kita membeli, tetapi tidak dperhitungkan ketika kita menjual perhiasan yang kita miliki. Hal tersebut yang membuat orang Tionghoa pada umumnya kurang menyukai invetsasi emas perhiasan. Penjelasannya kita akan mengambil contoh perhitungan transaksi emas perhiasan. Misalnya kita hendak membeli perhiasan emas berupa kalung 10 gram yang terbuat dari emas 22 karat warna kuning. Harga dasar meas 22 karat saat itu adalah Rp. 200.000 per gram (harga dasar biasanya sudah di mark upsekian ribu oleh penjual untuk menutup ppn atau pajak pertambahan nilai dan menambah keuntugan). Harga ini juga merupakan harga beli konsumen, harga jual konsumen biasanya diambil dari harga dasar dikurangi 5-15%. Untuk melakukan transaksi tersebut kita harus mengeluarkan dana sebagai berikut :

Harga emas  10 gram (Rp. 200.000/gram) = Rp.2.000.000

Ongkos pembuatan (Rp.50.000/gram) = Rp. 500.000

Sehingga total yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan perhiasan tersebut adalah sebesar Rp. 2.500.000/

This entry was posted in Bisnis Emas and tagged , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>